Ceklek. Pintu ruang rawat Kiara terbuka dan tampak sosok Freya muncul dari balik sana dengan senyum menawannya. “Hay, Kiara,” sapa Freya. Kiara tampak senang. “Hay, Freya.” Freya menjatuhkan bokongnya di atas sebuah kursi yang berada tepat di sebelah ranjang tempat Kiara sedang duduk. “Liat, gue bawa hadiah buat lo.” Freya memberikan sebuah tas belanja berbahan kertas. Dengan raut bahagia bercampur penasaran, Kiara menerima tas kertas berwarna coklat itu lalu mengeluarkan isinya. Sebuah baju, lagi. “Waaah.” Mata Kiara berbinar-binar. “Lo suka, kan? Itu hadiah dari nyokap gue buat lo. Kalo nggak sibuk, katanya nyokap gue mau datang ke sini pas lo lahiran.” Mata Kiara berkaca-kaca. Dia mengira setelah perbuatannya waktu itu hingga membuatnya hamil di luar nikah, tidak ada lagi

