“Ini hp lo, Frey,” kata Nathan sambil menyodorkan ponsel pada Freya. Freya diam saja. Dia tak mendengar apa yang baru saja dikatakan Nathan karena terlalu fokus pada kalung bertuliskan ‘Deinara’ itu. “Kalung itu ….” Telunjuk Freya menunjuk kalung yang masih menggantung di leher Nathan. Nathan melihat ke arah dadanya. “Kenapa sama kalung ini? Bagus, ya?” Freya tersenyum kaku. “I--iya, Nat. Bagus banget.” Nathan berdiri lebih dulu lalu menjulurkan tangannya pada Freya. Freya kemudian meraih tangan itu lalu ikut berdiri. “Makasih,” ucap Freya dengan tatapan yang tak bisa lepas dari kalung Nathan. “Hp-nya mau dikasih ke gue aja?” tanya Nathan. “Hah?” Freya sempat bingung beberapa saat hingga akhirnya dia baru ingat bahwa telah menjatuhkan ponselnya. “Oh. Hehehe. Gue masih butuh h

