Gavin keluar dari kamarnya lalu mengunci pintunya setelah selesai mengajarkan materi kuliah pada salah satu temannya. Dia lalu berjalan cepat menyusuri lorong asrama agar bisa segera menyusul Nathan untuk bertemu dengan Freya dan Greesa. Sesampainya di depan pintu utama asrama putra, tiba-tiba Danisa datang dan memeluk Gavin dari belakang. Gavin yang terkejut langsung melepas pelukan itu kemudian berbalik badan. Dia lebih terkejut lagi ketika melihat ada Danisa di sana. “Lo?” Alis Gavin merapat. Danisa tersenyum lalu berjalan mendekati Gavin. “Hay, Sayang. Jalan-jalan, yuk.” Danisa merangkul lengan kanan Gavin namun dengan cepat ditepis oleh laki-laki itu. “Emm gini, ya. Yang gue tau tentang lo hanya nama lo yaitu Danisa dan lo adalah salah satu mahasiswi di sini. Udah, itu aja.

