Suatu Kehormatan

1038 Kata

Ucapan selamat tidak henti-hentinya Bee terima di belakang panggung sana. Ia berjalan kembali ke ruangannya digandeng Akbi yang merasa bangga sebagai suami Bee. Keduanya hanya diam saling melempar tatapan, duduk bersebrangan di sofa set yang berada di ruangan itu. Wajah Bee nampak berseri dengan rona bahagia, senyum tidak lekang di bibirnya meski ia sempat menitikkan air mata haru berbalut kebahagiaan. Belum pernah Akbi melihat Bee sebahagia ini selama menikah dengannya, melebihi mendapatkan kasur empuk di kapal pesiar, menonton konser boyband saat bulan madu mereka atau ketika ia membawanya touring ke Puncak. Tidak, menurut Akbi belum ada yang membuat Bee bahagia seperti saat ini. “Makasih ya, Bi ...,” ucap Bee memutus keheningan. “Untuk apa?” “Karena mau mengerti dan datang mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN