Sungwo berjalan menyusuri satu persatu anak tangga di rumahnya dengan penuh keraguan, ruangan itu membuatnya sejenak terdiam menatap sebuah pintu dengan ragu sebelum akhirnya membuka pintu itu dan berangsur masuk. Ia takut menerima kenyataan bahwa bisa saja saat kedua kakinya melangkah ke dalam ruangan itu mungkin ia akan keluar dalam keadaan yang makin kesakitan. “Bagaimana keadaanmu? Kudengar kau sering meninggalkan terapimu dan jarang bertemu dengan Psikolog Ha?” “Sangat baik, aku tidak menghindar hanya sedang banyak pekerjaan beberapa hari ini” kedua mata tajam itu mulai menatap Sungwo. “Sedang banyak pekerjaan? Tapi kudengar kau membuat onar di sebuah club malam” Sungwo menunduk takut, berusaha untuk menghindari sorot mata itu yang terus menantang. “Maaf” “Jadi benar kau berke

