Daniel mengatakan padaku, bahwa ibuku adalah satu satunya yang kumiliki saat ini, bagaimana bisa aku menolak cinta seorang ibu dan menyia-nyiakannya sementara ada orang lain yang menginginkan cinta itu dari kedua orang tuanya. Daniel benar, itu sedikit membuka mataku, bahwa seburuk apa pun perasaan itu, ibu selamanya tetap menjadi seorang ibu yang akan dan selalu memeluk dan mengatakan betapa besar rasa cintanya padaku. Pintu rumah itu terbuka setelah Anna gagal menekan password berkali-kali, senyum khas seorang ibu tergambar jelas di wajah wanita paruh baya yang terlihat begitu berkelas karena pakaian yang ia kenakan, berhambur memeluk Anna begitu erat dan mendaratkan ciuman di kedua pipi Anna. “Anna sayang” Sudah tiga bulan sejak terakhir kali Anna menginjakkan kakinya di sana, namun

