Delapan Belas

1689 Kata

“Mau jalan-jalan sebentar, sebelum pulang?” ajak Nathan saat mobil mereka mendekati alun-alun kota. “Ya, baiklah,” jawab Rachel membuat Nathan tersenyum. Nathan meminggirkan mobilnya dan memarkirkannya di pinggir jalan. Kemudian, mereka berdua pun menuruni mobil. Udara malam terasa sejuk, dengan lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di sekitar mereka. Suasana di alun-alun cukup ramai, tetapi tidak terlalu sesak, persis seperti yang Rachel inginkan. Nathan berjalan di samping Rachel, sesekali melirik ke arahnya. “Mau beli sesuatu? Mungkin camilan atau minuman hangat?” tanyanya. Rachel menggeleng. “Aku masih kenyang. Tapi, kita bisa duduk sebentar di bangku sana.” Nathan mengangguk, lalu menggandeng tangan Rachel secara alami. Rachel sempat terkejut, tetapi tidak menolaknya. Mereka berj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN