“Membantu? Menaklukan egois seperti Tuan Seo Jun?” Jun mengangkat satu alisnya keheranan. Dia terkekeh. “Tidak, aku tidak mau, aku tidak bisa. Aku masih membutuhkan gaji dari perusahaan ini,” kilahnya seraya menggeleng cepat. Selama ini Ri Seo Jun memang sering merepotkan bawahannya di tempat kerja, tetapi Jun lebih suka begitu daripada didepak dari satu-satunya mata pencaharian.
“Ck,” Da Mi berdecak, kemudian berkacak pinggang. “Kau hanya perlu melempar batu dan sembunyi tangan. Aku yang akan bertanggung jawab.”
Netra hitam Jun melirik sekitarnya dengan awas seolah Seo Jun bisa mendengar dan melihat mereka dari mana saja. “Kau … tidak akan memberitahu kalau aku membantumu?” bisik Jun.
Da Mi mengangguk mantap. Ia tahu keputusannya tampak terburu-buru, tetapi keadaan pun makin mendesaknya.
Jun tersenyum. “Aku setuju. Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan?”
***
Da Mi sukses meminta perpanjangan waktu kepada pemerintah tentang proyek yang akan digarap bersama perusahaan Golden Child. Mereka memberi Da Mi tangguhan waktu selama dua hari untuk membujuk Seo Jun agar mengubah keputusannya.
Da Mi percaya, tidak ada CEO yang tidak membutuhkan bantuan seorang sekretaris. Di samping kepentingannya sendiri, alasan Da Mi bersikukuh untuk menjadi sekretaris dalam proyek ini adalah dalam rangka menyelamatkan kesehatan mental para bawahan yang bernaung di bawah kekuasaan Ri Seo Jun.
Selain tambahan waktu, wanita cerdik itu juga sudah mendapatkan semua informasi tentang Ri Seo Jun dari Jun. Kini ia memiliki semua amunisi yang dibutuhkan. Target pun sudah ada di depan mata. Dalam dua hari ke depan, ia akan memperhatikan gerak-gerik mangsa dan menarik pelatuk.