"Laras, ayo, kasihan Dhana udah nungguin." Laras yang sempat terpelongo hanya bisa pasrah saat ibunya menarik tangannya mengikuti langkah Dhana. “Silakan,” ucap Dhana dengan geligi putih yang berseri. Duda tampan itu sudah membukakan dua pintu penumpang depan dan belakang. “Laras, kenapa kamu ikut Mama? Masa Dhana jadi supir? Kamu duduk di depan sana.” Laras yang akan masuk ke mobil mendadak berhenti dan terlihat bingung. Dhana tersenyum, “nggak apa-apa, Bu. Senyamannya Laras aja. Silakan masuk, Ras.” Laras sempat terdiam sejenak, kemudian masuk ke dalam mobil sedan putih dengan wajah yang masih bingung. Dhana lalu menutup pintu mobil dan berlanjut membawa ibu dan anak itu untuk pulang ke rumah. “Nak Dhana, makasih ya, udah mau repot-repot bantuin kami. Kami nggak tahu lagi gimana c

