"Ras, itu ditanya Dhana." Lagi-lagi suara dan senggolan ibunya membuat lamunan Laras buyar. "Kenapa?" Laras mengernyit. Sejak kepergian Arya, Laras memang berubah menjadi pendiam dan suka melamun. Bahkan sindiran dan tatapan sinis Anita bagai angin lalu bagi Laras. Karena hati dan pikirannya sering melanglang buana. "Tadi aku tanya, kamu mau ada yang dibeli nggak? Biar sekalian aku anterin, mumpung belum sampai rumah," tanya Dhana dengan tubuh yang menyerong ke belakang. Laras menggeleng, "nggak ada." "Oke, kalau gitu kita langsung ke rumah ya. Kalau ibu ada yang mau dibeli?" "Cukup, Nak Dhana, langsung pulang aja." Dhana mengangguk lalu kembali menghadap kemudi. Sesekali ia mencuri pandang dari kaca spion. Tetap saja yang ia lihat adalah sosok perempuan berjilbab yang sedang murun

