Kau jadikan aku ini Wanita yang kau pilih Untuk jadi kekasihmu Dan kau pun telah aku minta Setia sepertiku Hingga waktunya tiba -Rossa- ***** Laras mencoba bersikap biasa saat keluar dari kamar mandi bersama anak-anak. Meski hatinya berkecamuk hebat. Justru kedua Kakak Arya yang mendadak gelagapan karena tak menyadari keberadaan Laras. "Mari, Kak, permisi." Laras berpamitan sambil tersenyum dan menggandeng kedua putrinya ke teras depan. Kedua Kakak Arya hanya menanggapi dengan senyum tipis dan saling sikut. "Si Teteh sih, jadi kedengeran 'kan sama orangnya." Teh Asih menyenggol lengan Teh Anita. "Dih! Kok jadi nyalahin Teteh. Kamu juga ikutan, kan! Ya udah lah biarin aja kalau dia denger. Biar dia ngerti sama tahu diri kalau dia tuh janda anak tiga," ucap Teh Anita dengan ketus

