Hati Laras menghangat, tak pernah ia merasakan begitu dicintai oleh lelaki, seperti Arya. "Kamu nggak usah khawatir sama keluarga aku, teteh-teteh aku. Aku jamin mereka pasti setuju dan menerima kamu sama anak-anak. Mereka cuma belum kenal deket siapa kamu, betapa baiknya kamu, betapa berharganya kamu." Arya kembali mengusap pipi Laras yang basah. "Nanti aku bicara lagi sama mereka. Dan mulai sekarang, aku mau kita harus saling terbuka satu sama lain. Jangan sampai ada masalah yang dipendem sendiri, oke?" Laras hanya mengangguk, tak sanggup bicara karena masih menangis haru. "Aku yakin kamu perempuan kuat dan hebat. Dan aku yakin kita bisa hadepin semua masalah yang ada di depan sama-sama. Kamu mau 'kan, kita mulai semua dari awal, saling sayang, saling cinta, saling menerima, saling

