Gasta mendesah samar. Mengerang dan terbatuk kecil, memandangi hal yang ada di sekelilingnya. Awalnya, dia ingin memperbaiki posisi tidur agar lebih nyaman. Namun, pemuda tampan itu jadi tersentak, saat dirinya sadar, ruangan ini--bukanlah kamar nya. Kamarnya dominan berwarna hitam, sementara kamar yang dia tempati sekarang, lebih dominan ke warna pink pastel. Pink? Pemuda itu mengerjapkan mata, kemudian tersadar. Mengucek matanya yang terasa lengket berulang kali, untuk memperjelas pandangan. Gasta kemudian berbalik badan, berubah posisi tidurnya. Sampai menemukan dua sosok pemuda lainnya, tengah tertidur nyenyak di lantai, beralaskan kasur lipat. Lalu, bola matanya kembali bergerak dan jatuh tepat pada sosok gadis cantik yang tengah berbaring di sofa. Gasta mendelik, melebarkan mata be

