Rashi tersenyum sendiri. Sejak pagi ia menunggui Barra, setiap ada kesempatan masuk ke ICU, Barra nampak sesekali tersenyum. Kenapa? Mungkin Barra sedang mimpi indah. Entah mimpi apa. Yang jelas Rashi bahagia melihat senyum Barra. Meskipun senyum itu berasal dari alam bawah sadarnya. "Bar, pameran Lo di Jepang bentar lagi terlaksana. Maunya Lo segera bangun, terus pergi ke Jepang. Gue temenin. Xavier sama Mama juga pasti ikut. Bayangin aja gue udah seneng setengah mati, Bar. Apalagi kalau itu jadi kenyataan. Makanya Lo cepetan bangun, Bar. Biar pengalaman pertama gue ke luar negeri segera terwujud. Pastinya akan jauh lebih indah kalau perginya sama Lo, lah. Ya kali gue pergi sama Xavier doang. Kan awkward kalo pergi berdua aja sama mantan. Haha." Rashi tertawa sendiri karena kata-katanya

