Pandangan matanya tertuju pada sebuah berkas, yang ujungnya kusut karena dipegang terlalu lama. Meskipun mata itu belum beralih dari sana, namun tak demikian dengan pikirannya, yang menuju pada hal lain yang sudah mengganggunya selama berbulan-bulan ini. "Tuan, makan malam sudah siap." Seorang asisten datang menyampaikan informasi. Tanpa menjawab, lelaki itu meletakkan berkasnya di meja. Berusaha yakin bahwa semua akan baik-baik saja, meskipun kini ia hanya seorang diri di rumah ini, hanya berteman kan para asisten. Seperti malam-malam sebelumnya, ia menikmati hidangan yang tersaji pun juga sendirian saja. Selesai makan malam, ia langsung menuju ke ruang kerjanya kembali, hendak melanjutkan pekerjaan. Baru sekilas melihat berkas tersebut di atas meja, ia merasa benar-benar tak ingin mel

