Sang Pelukis

1050 Kata

Waktu menunjukkan pukul 15.22 waktu Indonesia bagian barat. Segala pekerjaan penumpuk yang harus diperiksanya belum juga selesai. Pikirannya masih tertuju pada hal yang sama. Rasa bersalah kembali muncul. Kali ini keegoisannya sedikit mengalah. Entah karena ia sudah lelah, benar-benar menyesal, atau karena tayangan berita semalam. Mungkinkah suatu saat nanti mereka benar-benar membuat foto keluarga yang baru, seperti apa yang Barra inginkan? Papa sekarang sedang menunggu seseorang. Ketika orang itu datang, Papa mengutarakan uneg-unegnya. "Kenapa kamu nggak pernah ngasih saya laporan tentang dia lagi?" "Yang terakhir sudah saya serahkan pada anda seminggu lalu, bukan?" Orang itu bertanya balik. Sebuah pertanyaan yang berhasil membuat Papa mengernyit. "Kenapa minggu ini tidak kirim foto

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN