Demi Mereka

1097 Kata

Mama memegangi pipinya yang terasa panas nan perih. Pertama kalinya setelah hampir 35 tahun usia pernikahan mereka. Papa memang selalu menyakiti batinnya, namun untuk fisik, baru pertama kali ini. Rasa sakit yang ditimbulkan tamparan itu sama sekali tak setimpal dengan rasa sakit yang menghujam hatinya. Suaminya benar-benar sudah menjelma menjadi seorang monster. Hatinya dikuasai keserakahan. Hingga membutakan nurani. Bibit keserakahan itu telah lama ditanam. Sedikit demi sedikit bertumbuh, membesar, dan tiba pada masa panen. Mama sudah berusaha menghentikan segalanya. Bagai memberi pestisida dalam jumlah overdosis pada semaian yang tertanam. Namun seperti tak ada gunanya, karena pupuk yang digunakan mempertahankan segala semaian yang ada. Tak apa. Tak masalah berapa kali pun lelaki yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN