Sebuah Kejujuran

1024 Kata

"Ayo dong, Mbak. Kasihan Xavier udah nunggu dari tadi pagi." Bunda tidak menyerah. "Temui dia sebentar aja." Hari ini Xavier datang lagi, seperti biasa, dengan alasan yang sama yaitu ingin bertemu Rashi. Hanya itu. Sayang, Rashi sepertinya masih sangat berat untuk mewujudkan permintaan sederhana Xavier. "Rashi, kan, udah bilang. Rashi udah nggak mau urusan apa pun lagi sama mereka." Jawaban Rashi masih sama. "Bunda ngerti soal keputusan kamu itu. Tapi caranya nggak gini, Mbak. Bunda tahu kamu hanya sedang bingung. Cepat temui dia, Mbak! Bunda cuman nggak pengen kamu nyesel. Bunda sayang sama kamu. Temui sebentar saja. Kamu jelaskan apa masalah kamu ke dia. Supaya dia juga ngerti, nggak bingung menerka-nerka sendiri." Rashi masih bertahan pada posisinya. Ia berusaha menutup telinganya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN