Mengingat semua itu, sakit hati Xavier kembali terasa. Ia memejamkan matanya. Berusaha menahan segala guncangan emosi dan rasa tak adil yang menghujam d**a, namun senantiasa ia tahan, ia berusaha legowo demi kebahagiaan kakaknya dan wanit yang dicintainya. Rashi terlihat sangat terkejut dengan pernyataan Xavier bahwa ternyata ia sudah tahu perihal apa yang dilakukannya dengan Barra sore itu, tentu saja. Hal yang menurutnya sudah ia tutupi dengan baik dari Xavier. Ternyata semu sia-sia belaka. Apakah yang baru saja Xavier ceritakan adalah nyata? Rashi hendak bicara, namun ia justru tergagap, sehingga urung mengatakan penjelasannya. "Nggak apa-apa. Jujur saat itu gue sakit hati. Bahkan waktu gue berangkat nganter lo ke bandara, gue sempet nyium lo secara tiba-tiba, kan. Lebih tepatnya, itu

