Barra mengalami pendarahan hebat lagi, dan kembali tidak sadarkan diri cukup lama. Sampai berhari-hari Barra belum menunjukkan tanda akan sadar. Kata dokter, Barra mengalami koma. Satu minggu, dua minggu, dan sekarang sudah hampir ptiga minggu lamanya. Tidak ada dari mereka yang mendengarkan saran dokter. Pihak rumah sakit bilang bahwa Barra tidak bisa lagi menerima semua pengobatan. Kondisinya sudah terlalu lemah. Terpatri dalam benak mereka, raut wajah dokter Lintang yang bersusah payah mengatakan vonis itu pada mereka. Dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Membayangkan berada di posisinya pasti sangat sulit. Ia harus profesional dengan mengatakan kondisi pasien dengan sejujurnya, dan memberi saran tindakan yang dianggap terbaik dalam kaca mata medis. Namun di sisi lain ia juga sama se

