Bukaan Satu

1005 Kata

"Papi!" Anak manis itu cemberut sembari memanggil ayahnya. Sepertinya ia baru saja dimarahi oleh ibunya. Ia memang memiliki kebiasaan mengadu pada sang ayah tiap kali dimarahi sang ibu. Barra yang nampak segar karena baru saja mandi segera menghampiri putra semata wayangnya yang sebentar lagi akan kehilangan gelar anak satu-satunya. Karena ia akan segera menjadi kakak. Biru namanya. Lahir empat tahun yang lalu. Tepatnya satu tahun setelah Barra menikahi Rashi. Biru lahir tak terduga. Karena Barra dan Rashi pergi ke rumah sakit bukan untuk melahirkan, melainkan hanya untuk periksa bulanan. Saat itu kandungan Rashi memang sudah hampir berusia 40 Minggu. Namun ia sama sekali belum merasakan kontraksi. Ia ingin melihat kondisi janinnya dan juga ukurannya. Jujur Rashi takut jika bayinya terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN