Marsha sangat gelisah. Zac belum pulang setelah mengantar Daveed dari play groupnya. Hingga sampai jam 5 sore ini. Sudah berulang kali Marsha mencoba menghubunginya namun ponselnya tidak aktif. Bahkan tadi pulang dari Play group Daveed dijemput oleh sopirnya. Namun di mana Zac?. Air mata Marsha mulai runtuh. Untuk ke sekian kalinya dia mencoba menghubungi nomor Zac. Namun hasilnya tetap sama. Tidak aktif. "Mommy??" Daveed menarik baju Marsha dengan pelan. Marsha berjongkok melihat raut wajah khawatir tercetak jelas di wajah Putranya. "Di mana Daddy Mommy?" "Sebentar lagi Daddy pulang sayang. Mungkin masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda lagi.” "Tapi kan Daddy baru sembuh. Apa Daddy langsung berangkat bekerja?" Marsha menggeleng tak paham. Benarkah Zac nya di kantor. Marsha m

