•••• Dikamar Zac. Marsha mendudukkan Zac di ranjangnya. Setelah sekian lama Pria itu kembali tidur dikamarnya sendiri. Zac menghirup dalam aroma ruangan itu. Aroma Maskulin seperti biasanya. "Zac kamu tadi membisikkan apa kepada Daveed? Kelihatannya dia seneng banget?" tanya Marsha, tangannya masih sibuk untuk menyelimuti seluruh tubuh Zac. Lalu tangannya terhenti saat tangan Zac menggenggamnya. Tatapan mereka bertemu. Hingga tanpa disadari wajah Marsha dan Zac hanya berjarak dua senti saja. Bulu kuduk Marsha merinding saat nafas Zac terasa disekitar wajah dan lehernya. "Zac" Marsha gelagapan, lalu mengangkat wajahnya yang mungkin sudah merah, semerah tomat. Namun Zac merengkuhnya hingga kini Marsha terbaring diatas Zac. "Zac kamu sakit" Marsha segera berdiri namun Zac menahannya. Za

