•••• Bau obat-obatan menyengat di indra penciuman Zac. Pria itu mengerjap beberapa kali, sebelum matanya terbuka dengan lebar. Zac hendak bangkit, namun rasa nyeri dan pusing menyerangnya. Zac benci melihat dirinya yang begitu lemah. "Zac" Zac menoleh kearah sumber suara, dan menemukan Ferla disampingnya. "Mama, dimana Marsha?? Dimana dia Mama? Bawa aku kepadanya! Demi Tuhan, Istriku sedang hamil" Ferla menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mencoba untuk meredakan suara tangisnya. "Mama kenapa menangis? Ayo antar aku kepadanya!" sekali lagi Zac hendak bangun, tapi lagi-lagi rasa sakit bagian kepala belakangnya kembali menyerangnya. "Mama, ayo bantu aku!" Zac mengulurkan tangannya ke arah Ferla. Namun Ferla menangis semakin histeris disamping Zac. Membuat pikiran Zac semakin mengar

