*** Marsha sedang merenung, tangisnya baru saja terhenti. Namun dia tidak boleh lemah, Zac hanya membutuhkan waktu untuk menerima dirinya dan bayi yang sedang dikandungnya. Namun tiba-tiba angin bertiup kencang, jendela-jendela menyentak terbuka, membuat seluruh gorden beterbangan, Foto Pernikahan Marsha dan Zac terjatuh dan pecah. Marsha terkejut dan segera bangkit untuk menutup kembali jendela-jendela itu lalu memunguti pecahan kaca yang berasal dari bingkai foto pernikahannya. Perasaan gundah dan takut menghampiri Marsha, tiba-tiba tangisnya kembali terdengar, tangannya bergetar membuatnya tergores dari serpihan kaca tersebut, darah segar mengalir dari pergelangan tangan Wanita cantik itu. Ada apa ini? Batinnya lirih. Suara ketukan pintu kamarnya menyadarkan Marsha, Wanita itu bangk

