••• Selepas kepulangan Sonia dan Vero, Marsha kembali naik menuju kamarnya dan dibantu oleh Ferla. "Marsha, kau harus sabar dalam menghadapi Zac, Dia memang anak yang keras kepala, tapi ketahuilah Nak, dia itu Anak yang sangat baik" Jelas Ferla dengan tatapan sedih. Marsha tersenyum halus lalu mengangguk tanda mengiyakan. Iya, dia harus bersabar, dia tidak boleh labil, saat ini ada janin yang sedang dia jaga, sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang Ibu dari anak-anaknya. "Kalau begitu, Mama pulang dulu ya" pamit Ferla. "Mama pulang diantar Zac?" "Tidak sayang, Mama ditunggu supir" "Baiklah, hati-hati Mama" Marsha memeluk Ferla singkat lalu keduanya berpandangan cukup lama. "Jika terjadi apa-apa, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Mama, ya!!" "Baik Ma, terimakasih" "Sama-

