11

1062 Kata

Mumun is back “Gar, sini deh! Lihat siapa yang datang!” Niki membuka pintu kamar Edgar dengan dramatis. Bocah itu menoleh, sama sekali tak minat. “Siapa?” “Siapa, hayooo?” “Siapa, sih? Abang tukang bakso yang Kak Niki suka itu?” “Bukaaaan.” “Tukang odong-odong yang ada manis-manisnya itu?” “Bukaaaan.” “Tauk, ah. Lagi males mikir.” Edgar melanjutkan ngupilnya yang tertunda. “Ah, nggak asik. Masa gitu aja nyerah. Kakak kasih clue deh. Dia punya bulu, inisialnya M.” Niki terkikik-kikik sendiri di depan pintu. “Serius?!” Seperti tahu siapa yang dimaksud Niki, serta merta Edgar melompat dari kasurnya. “Iya, makanya ayo, buruan ikut Kakak!” Edgar mengikuti Niki menuju halaman belakang, tempat kandang Mumun berada. Sesampainya di sana, tiba-tiba Alodia dan Dika muncul dari balik pohon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN