“Akhirnya pulang jugaaa. Capek buanget gueh,” celetuk Atika begitu mereka melewati area parkir kendaraan roda dua. “Hari ini panas banget deh, nggak kayak biasanya. Keriting nih tenggorokan gue.” Nina menambahi sambil mengusap dahinya yang berkeringat dengan sapu tangannya. “Nyuk, besok gue kayaknya nggak bisa jemput lo. Gue takut telat lagi. Soalnya, kalo ada kak Bobby di rumah, ribet urusannya kalo mau bawa motor.” Mendengar Kara bicara dengan nada memelas, Alodia mengangguk maklum. “Gue pergi bareng bang Dika lagi kok.” “Salam ya buat bang Dika. Hihihi,” seru Atika yang mendadak kegirangan. Di saat matahari lagi panas-panasnya dan parkiran sedang padat oleh lalu-lalang orang, tahu-tahu sebuah sepeda motor berhenti dan membunyikan klakson panjang sehingga mencuri perhatian banyak

