“Halo?” “Hei, Manis?” Alodia mengatup bibirnya rapat-rapat saat tahu suara itu milik siapa. “Halooo?” Danola yang saat itu dalam posisi terlentang di tempat tidurnya, memutar tubuh menjadi telungkup. “Sweetie, masih hidup, kan?” “Apa?!” Nada ketus itu membuatnya terkekeh kecil. “Lagi apa? Boleh gue main ke rumah?” “Nggak!” “Gitu?” Danola membasahi bibirnya. “Bentar aja kok. Boleh, ya?” “Nggak gue bilang. Udah malem!” “Masih jam tujuh juga. Boleh, ya? Atau mau gue datengin besok pagi ke kelas?” Hmmmf. Jangan sampai Danola mendatanginya ke kelas. Ia nggak mau teman-temannya berpikir yang aneh-aneh tentang mereka. Kata-kata CLBK terlalu alay menurutnya. Tapi, membiarkan Danola main ke rumahnya? Serius? “Bentar aja lima belas menit!” “Bisa. Mau gue bawain apa?” Ya, dia mulai lagi

