That’s Enough that We Feel it “Ta?” panggil Daren yang baru saja keluar dari kamarnya. Nata berhenti tanpa berbalik, ia menarik tangannya yang sudah sempat menyentuh gagang pintu. “Bobby kabur," ujar Daren disusul hembusan napas berat. Perlu lima detik bagi Daren untuk menunggu respon dari Nata. Detik ke enam adiknya itu memutar tubuh dan cepat-cepat menuruni tangga. “Lo mau ke mana?” tanya Daren sambil mengejar langkah Nata yang terburu-buru. “Cari Bobby.” “Percuma. Dia kabur ke Paris.” Nata berhenti dan berbalik dengan bahu terkulai lemas. “Terus, Nadia?” “Sejak kapan kalian peduli sama gue?” Seruan itu membuat Daren dan Nata menoleh bersamaan ke arah tangga. Nadia berdiri di sana dengan tangan bersedekap. “Nggak usah sok-sok peduli sama gue.” “Diam lo, ya! Kita kayak gini karna

