“Double date?” Alexa terkekeh mendengar usul Marco pagi itu. Sekalipun itu bukan ide yang buruk, rasanya aneh kalau harus berkencan dengan pasangan lain yang sama-sama berkencan seperti dirinya. “Philip yang mengusulkan itu, bukan aku,” kata Marco cepat dari sambungan teleponnya. Alexa memindahkan ponselnya di telinga kanannya lalu mengepitnya dengan bahu dan telinganya sementara tangannya bergerak lincah memotong daun bawang yang akan dugunakannya untuk membuat omelet sebagai makan paginya. “Ok, tidak masalah.” “Aku akan menjemput kamu jam sebelas siang, bagaimana?” “Boleh juga. Kita akan makan siang di mana?” “Philip bilang dia akan lanjut nonton setelah makan siang, jadi dia memilih salah satu restoran di GI.” “Ow, ok,” kata Alexa setuju. “Omo

