Key masih tak sudi untuk bisa melihat wajah Tyo lagi. Wajah yang ia cintai namun kini wajah itu membuat Key selalu membayangkan wajah si pembunuh ayah, ibu, dan juga kakaknya. Langkah kaki Key terus berjalan meninggalkan Tyo. Meski hatinya tahu persis Tyo tak pantas untuk dapat disalahkan. Namun yang ia sesalkan pengendara truk maut yang telah merenggut orang-orang terkasihnya adalah ayah dari Tyo. Orang yang teramat ia cintai. Ingin membenci dan sekaligus juga benci telah mencintai pria itu. Setelah ini, yang ia ingat dari wajah Tyo hanyalah bayangan si pengemudi truk maut yang telah merenggut nyawa orang-orang tercinta di hidupnya. "Wajah kamu ... akan selalu mengingatkan aku pada ... pengemudi truk sialan itu," katanya datar namun sangat dalam, dan penuh dengan dendam. Tyo merasa te

