42. Tusuk Konde

703 Kata

Tyo duduk diam di kursi taman kota. Kali ini ia duduk di tengah bukan menepi seperti sebelumnya. Kepalanya pun merunduk bukan lagi menatap ke depan seperti biasanya juga. Siku di atas lutut dan jarinya saling bertaut. Tiba-tiba sepasang kaki muncul, dan ia mengenali. Pandangannya naik, dan membenarkan dugaannya. Namun wajah yang ia kenal itu seperti asing kali ini. Ekspresinya sangat berbeda, penuh amarah dan kebencian. Tyo menelan ludah, tak mampu mengeluarkan kata-kata. Lama mereka saling diam, hanya tatapan mata yang saling tanya. Key menunjukkan sesuatu di tangannya tepat di depan mata Tyo yang terbelalak tak mengira benda yang sudah lama ia simpan itu kini telah berpindah tangan pada Key. "... Bisa jelaskan tentang ini?" tuntutnya. Tyo tak menjawab. Pandangannya terus berganti pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN