Malam ini sepertinya akan menjadi malam paling menyiksa bagi Tyo. Satu detik saja terasa seperti satu tahun. Mungkin berlebihan? Tapi begitulah gambarannya, bahwa ia benar-benar tersiksa oleh waktu. Bisa saja ia meminta nomor ponsel Key dan menanyakannya terus, atau sekadar memdengar napasnya dari jauh. Tapi itu tak dilakukannya. Tyo seperti ingin membuktikan pada waktu, pada bulan dan bintang bahwa ia akan sabar. Demi seorang Keysha! Menjadi orang paling sabar pun akan ia lakukan. Tyo duduk di ambang pintu kontrakannya yang sempit. Menghitung bintang di langit gelap sana, bagaikan menghitung detik waktu yang menyiksa. Ia ingin cepat usai--namun tak mungkin. Bulan malam ini, dan matahari yang menggantikannya nanti adalah saksi janjiku bahwa ini bukan cinta biasa seperti sebelumnya. Sa

