15. Melukis Key Di Sofanya

2905 Kata

Tyo sudah meninggalkan kafe sejak jam di tangannya menunjukkan pukul 21.15 tadi. Ia tak berlari untuk kali ini. Justru sebaliknya, ia berjalan sangat lambat seperti tak tentu arah. Seperti ingin pulang tapi tak ingin sampai. Melintasi kursi taman, ia kembali mengenang saat itu dan duduk di sana. Cukup lama menatap kosong pada jalan raya yang masih ramai kendaraan berlalu-lalang. 21.45. Tyo memaksa tubuhnya untuk bangkit. Menjatuhkan pandangan ke tanah, berusaha tak melirik di mana tempat Key duduk bersamanya. Menyeret langkah kedua kakinya untuk kembali pulang. Tidak berlari lagi--hilang semangat. Sampai juga di depan rumahnya. Saat mengambil kunci di saku, ia baru inget bahwa pintu lupa dikunci. Membuka pintu. Samar terdengar suara tivi. "Dil. Fadil?" panggilnya pelan. Fadil dan ibuny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN