Hari sudah hampir malam tapi Tyo masih setia menunggu Key bersama hidangan yang ia siapkan di atas meja di depan televisi. Suara pintu membuka. Key tak kunjung sampai pun juga tak bersuara. Tyo beranjak untuk memastikan. Ia mendapati Key bersandar lesu di balik pintu yang sudah dikunci kembali. "Hei... kenapa?" tanya Tyo dengan sangat lembut, jarinya mengangkat dagu Key. Key menjawabnya dengan pelukan, perlahan memeluk pria yang sudah menjadi tumpuan hatinya belakangan ini. Seperti menumpahkan kejenuhan, penat, atau apa pun itu yang menyerangnya. "Sayang..." "Aku lelah...," keluh Key, berusaha menyiratkan sesuatu kepada Tyo. "Apa yang membuat kamu lelah, sayang?" bisiknya sambil menyingkap rambut Key, matanya mencoba menyelami ke dalam mata gadisnya itu untuk menemukan sesuatu yan

