Saat di dalam taksi mereka berdua terus membeku tak bicara sepatah kata pun juga. Key mengelus lengan Tyo. "Hei, kenapa sih...?" ia bertanya hanya untuk. berusaha mencairkan suasana. Key belum ingin benar-benar mengakui identitas siapa dirinya yang sebenarnya kepada Tyo. "Tiba-tiba ... aku jadi merasa seperti berada di posisi paling sulit dalam hidup." Tyo mengakui apa yang ia rasakan saat ini, tepatnya setelah mendengar kata-kata para dokter yang mengenal dekat siapa Key tadi ketika di rumah sakit. "Maksud kamu apa sih, hm?" tanya Key, tetap berusaha bersikap dengan lembut. "Aku tau Key, itu Rumah Sakit bertaraf Internasional. Biaya pemeriksaan aku tadi ... mungkin sama dengan gaji aku satu bulan. Bisa saja, lebih." Wajahnya sangat murung. "Perusahaan tempat aku bekerja yang akan

