"Katakan apa yang kamu ketahui tentang Riyanti?" Avan berucap seraya menepikan taxinya. Di tepi jalan yang berada tidak jauh dari sebuah taman. Niko yang sedari tadi duduk di kursi belakang, berpindah ke kursi depan. "Aku ingin bertanya padamu, apakah benar Riyanti hamil?" "Bukankah kamu sudah mengetahuinya malam itu?" sela Avan. Niko mengagguk. "Memang benar. Tapi, aku ingin memastikan sekali lagi. Benar atau tidaknya malam itu Riyanti pergi dalam keadaan hamil?" "Iya," jawab Avan asal. Ia mulai malas meladeni Niko yang berbelit-belit dalam bercerita. "Kalau kamu ingin pamer itu adalah anakmu, maaf. Ini bukan waktu yang tepat untuk memamerkannya kepadaku." "Hahaha, Van, Van!!" Niko menggelengkan kepalanya. "Aku tidak habis pikir sedangkal itu pikiranmu." "Turunlah, Nik! Kalau tuju

