Bab 46.

2009 Kata

"An, perkenalan ini Tito, dia akan memberimu sejumlah uang seandainya mau memberinya seorang anak. Setelah itu, kamu bisa bebas dan kembali pada Ardan," ucap Wiwit santai memperkenalkan pria yang kini duduk di sampingnya. Anne dan Ardan sama-sama tersenyum tipis. Merasa miris melihat Wiwit yang tidak pernah jera melakukan hal yang melanggar hukum agama. Ia seakan lupa bahwa hidup di dunia ini tidak akan abadi selamanya. Wiwit juga melupakan siapa Anne karena telah merindukan kehidupan mewahnya. Apalagi teman-teman sosialitanya sering menghubungi dan mengajak untuk bertemu. Wiwit terpaksa mengarang banyak cerita supaya tidak hadir ke acara tersebut, tanpa menjatuhkan harga dirinya. Karena ia tidak ingin teman-temannya mengetahui saat ini ia telah bangkrut dan menjual seluruh barang-ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN