"Masih belum ketemu juga?" Riyanti melepaskan kacamata yang tengah membingkai matanya. Ia benar-benar putus asa tidak mampu menemukan di mana keberadaan Avan. Tidak terhitung ini orang keberapa yang memberikan kabar, tidak menemukan di mana pun keberadaan Avan. Ingin rasanya Riyanti menyerah dan melupakan saja Avan yang begitu pengecut dan tidak ingin bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Akan tetapi, mengingat perutnya yang semakin membesar, Riyanti selalu memupuk harapan tersebut. Harapan Avan akan kembali padanya, meskipun membawa seribu duka nantinya. "Ya, sudah. Sekarang kamu pergi dan coba perluas tempat pencarian. Mungkin saja dia ada di luar pulau … atau luar negri?" ucap Riyanti pelan. Sangat jelas terlihat dari wajahnya ia begitu lelah dan putus asa mencari sa

