Bab 23

1110 Kata

Tatapan Niko yang tidak pernah lepas darinya tentu saja membuat Riyanti semakin bersembunyi di balik punggung Avan. Ia semakin ketakutan saat Avan perlahan mundur dan menggenggam erat tangannya Seakan pria yang ada di hadapan mereka itu,Akane menelannya bulat-bulat seandainya Avan lengah sedikit saja. "Avan, kenapa kamu begitu shock melihat keberadaanku disini Sebagai rekan kerja, tentu saja apa yang membawaku datang kemari. Kalau bukan menjadi pria panggilan salah satu penghuni rumah disini , dan tunggu … siapa gadis cantik yang ada di belakangmu? Apakah dia langgananmu?" Kedua alis Niko terangkat. Alih-alih menjawab Avan justru memeluk Riyanti dan membawanya keluar dari dapur. Sedikit menyenggol Niko karena menghambat jalan keluar dari dapur tersebut. "Avan!" seru Niko nyaring. Men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN