Bab 22

1067 Kata

Sudah menjadi kebiasaan bagi Ardan berada di teras belakang saat malam hari. Seraya memperhatikan bunga-bunga yang begitu cantik di terpa cahaya bulan. Tujuannya disana tidak lain untuk mengenang kebersamaannya dengan Zahra. Setiap malam mereka berdua akan bertemu di sana, sekedar untuk mengucapkan selamat tidur dan sedikit berciuman. Persis seperti yang di lihat oleh Avan, di malam sebelum kecelakaan maut itu terjadi. Kedua alis Ardan nyaris bertaut. Sayup ia mendengar suara isakan seorang wanita. Bulu kuduknya berdiri hampir tengah makan begini mendengar suara tangisan wanita. Namun, rasa penasaran Ardan lebih besar daripada rasa takutnya. Perlahan ia melangkah mencari darimana suara tersebut berasal. Pria itu tersentak. Melihat Anne yang tengah duduk di kursi yang ada depan kolam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN