Sebagai seorang pria normal tentu saja Avan memiliki ketertarikan kepada seorang wanita. Apalagi wanita tersebut adalah istrinya sendiri yang kini tengah memeluknya dengan erat. Hasrat pria mana yang tidak akan terpancing saat bersentuhan dengan kulit mulus istrinya sendiri. Apalagi kedua gundukan kenyal yang menempel dengan sempurna di dadanya yang bidang. Meskipun ia masih menggunakan baju kaos tipis, tapi tetap saja bisa merasakan betapa padat dan kenyalnya kedua benda tersebut. Sedari tadi Avan sudah terbangun dan menahan diri supaya tidak menangkup salah satu dari mereka. Akan tetapi, kini rasanya ia tidak sanggup lagi karena mengingat bagaimana semalam nikmatnya melakukan malam pertama dengan Riyanti. Avan memejamkan matanya. Berfantasi sendiri membayangkan apa yang dilakukan

