Bab 54

1182 Kata

Akhirnya, saat yang dinantikan sekaligus yang membuat nyali Avan menciut datang juga. Saat di mana Jesi dan Okta kembali ke ruangan mereka untuk beristirahat. Dan kini tinggallah Avan dan Riyanti, serta Azio yang telah terlelap di dalam boxnya. Sedangkan Riyanti memilih untuk berpura-pura tidur, dan menunggu Avan membuka suara. Meskipun ia sudah tidak sabar untuk mengajak suaminya itu berbicara. Akan tetapi, Riyanti pun ingin melihat kesungguhan Avan, yang diucapkannya terhadap Okta dan Jesi. Riyanti juga ingin diperjuangkan Avan meskipun ia tidak memiliki marah apalagi dendam. Justru yang ada di dalam hatinya hanyalah cinta dan rindu, terpaku kuat untuk Avan. Lima menit. Sepuluh menit. Setengah jam. Bahkan kini satu jam sudah berlalu. Akan tetapi, belum ada satupun kata yang keluar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN