"Siapa dia, Mas?" tanya Anne cepat. Langsung mengurai pelukan Ardan dan menatap tajam kepada wanita tersebut. Anne benar-benar menuntut penjelasan dari Ardan, atas kehadiran wanita asing tersebut. "Aku sendiri tidak tahu siapa dia. Dia selalu datang memesan sesuatu dari warung kita, dan bercerita banyak hal. Dan …" Anne membungkam mulut Ardan menggunakan bibirnya sendiri. "Jadi ini calon maduku? Terima kasih, Mas. Akhirnya kamu menuruti keinginanku,* ucapnya, begitu melepaskan bibirnya dari Ardan. Ardan tersentak. Tidak tahu apa maksud dan tujuan perkataan Anne. Begitupun dengan wanita yang kini ada di ambang pintu kamar. Respon yang diberikan Anne saat ini benar-benar jauh dari dugaannya. Bisa-bisanya wanita yang kini hamil tua tersebut malah bahagia dan berterima kasih saat ada w

