"Cepatlah. Aku tidak memiliki banyak waktu berbicara denganmu." Avan mendudukkan bokongnya di atas kursi panjang yang terbuat dari besi. Kursi tersebut terletak persis di luar ruangan, tepatnya di samping pintu masuk. Alih-alih duduk, Dean justru berdiri. Melipat kedua tangannya di depan da'da, dan menyandarkan punggungnya pada tiang rumah sakit tersebut. "Aku rasa kamu tidak cocok untuk Riyanti. Sebaiknya kamu menghilang seperti waktu itu, agar dia bisa meraih kebahagiaan. Dan sadarlah. Dia terlalu berharga untuk pria pengecut sepertimu. Yang lari dari kenyataan dan tidak ingin mengakui kesalahan. Lebih percaya kepada kata-kata orang lain, daripada kata-kata istri sendiri. Padahal istrimu telah menerima segala aibmu di masa lalu," tutur Dean, tanpa ada rasa segan sama sekali. Seak

