Avan mengeratkan genggamannya. Saat melangkah beriringan menyusuri lorong rumah sakit, menuju ke sebuah ruangan, tempat ibu mertuanya berjuang melawan penyakit. Riyanti yang tidak pernah bercerita tentang keberadaan sang ibu, membuat Avan benar-benar terkejut mendengar ternyata dirinya masih memiliki ibu mertua. Bukan. Bukan Riyanti tidak pernah bercerita, tapi Avan yang tidak pernah bertanya. Tidak pernah tahu siapa istrinya, serta apa saja yang dimilikinya. Pernikahan Avan yang berdiri di atas dendam dan obsesi, membuatnya lupa bahwa Riyanti adalah istrinya. Bukan boneka tempatnya mencurahkan rasa dendam, amarah, dan benci. Sehingga ia tidak pernah menoleh apalagi menganggap keberadaan Riyanti. Sehingga kini Avan tidak menyangka selama ini Riyanti menahan luka sendirian. Luka me

