Bab 50

1263 Kata

Menangis? Percuma. Meskipun menangis hingga darah yang keluar, tidak akan mampu mengubah keadaan. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa diputar kembali. Meskipun hanya sedetik saja. Itulah yang dirasakan Avan saat ini. Penuturan Jesi dan Rere membuat rasa penyesalannya semakin besar dan menggunung. Menyesakkan da'da karena fakta tersebut jauh dari ekspektasinya selama ini. Avan masih bisa mengingat dengan jelas ucapan Jesi tentang Riyanti. Ia juga masih ingat bagaimana kemarahan Jesi padanya. Beberapa kali tamparan Jesi menyapa pipi kiri dan kanannya secara bergantian. Bahkan kedua pipinya terasa kebas karena tamparan tersebut. "Kamu ini bod'oh atau bagaimana, hah? Lebih percaya dengan jebakan musuhmu daripada istrimu sendiri?" Jesi mendengus. "Bahkan aku memintanya untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN