"Ingin Kabar baik apa kabar buruk dulu?" Marcel yang terburu-buru langsung ke inti pembicaraan begitu Riyanti mendaratkan bokongnya di sofa. "Kabar baik dulu. Supaya aku memiliki kekuatan untuk mendengar kabar buruk," sahut Riyanti. Menatap kepada Marcel yang tengah serius. Marcel menganggukkan kepalanya. Seraya menyerahkan sebuah map kepada Riyanti. "Berkedok kerjasama antar perusahaan, aku sudah bisa mencuri beberapa data penting di perusahaanmu. Sepertinya suami sedang tidak fokus bekerja sehingga tidak tahu karyawannya yang suka menjual informasi penting tentang perusahaan. Padahal kinerjanya selama ini sangat bagus dan perusahaan ayahmu berkembang dengan pesat. Tapi ada baiknya juga suamimu lalai sehingga kita kebagian data tersebut. Dan dengan begini, kita bisa masuk secara per

