Menuntut Penjelasan

1909 Kata

“Apa ini rumah Edo?” tanya Nadia dengan nada sedikit ragu. Pandangannya berkeliling, meneliti setiap sudut halaman rumah itu. Sebenarnya, rumah ini jauh berbeda dari bayangan Nadia. Ia sempat mengira rumah Edo akan sebesar dan semewah rumah Saka—paling tidak mendekati. Namun kenyataannya, rumah ini bahkan tak sampai seperempat luasnya. Rumah itu berdiri dengan arsitektur lama, dindingnya dicat putih gading yang mulai pudar, sementara beberapa bagian kayu tampak menghitam karena usia. Halamannya tidak luas, hanya dihiasi beberapa pot bunga seadanya. Saka yang berdiri di sampingnya hanya mengangguk singkat, seolah tahu apa yang dipikirkan Nadia. “Ya, ini rumah Edo. Ayo masuk.” Mereka berdua pun melangkah menuju pintu. Tapi baru beberapa langkah, Saka terhenti. Pandangannya jatuh pada seo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN